Langsung ke konten utama

Analisis Film Temani Aku Bunda Untuk Memenuhi Tugas Perkembangan Peserta Didik

Nama : Mashita
NIM : A1C118083
Kelas : Reguler B

I. IDENTITAS FILM
  • Judul Film : Temani Aku Bunda
  • Sutradara : Tedika Putri Amanda dan Irma Winda Lubis
  • Tahun : 2012
  • Produksi : Yayasan Kampung Halaman
  • Pemain Film :
  1.  Irma Lubis
  2. Muhammad Abrary Pulungan

II. ANALISIS FILM TEMANI AKU BUNDA
Setelah saya menonton film Temani Aku Bunda dimana film ini merupakan film dokumenter karya Irma Winda Lubis dan Tedika Putri Amanda yang diproduksi oleh Yayasan Kampung Halaman.

Film Temani Aku Bunda ini dibuat berdasarkan kasus seorang guru dimana guru tersebut menyuruh muridnya memberikan contekan jawaban UN kepada teman-temannya.

Dalam cerita ini muridnya bernama Abrar, Abrar merupakan anak yang pintar dikelasnya dan selalu menuruti semua perkataan orang tuanya, ibu dari Abrar ini sangat menanamkan kejujuran pada diri anaknya.

Abrar diminta gurunya untuk ikut dalam kesepakatan dalam kelas, dimana mereka boleh kerjasama dan saling bertukar jawaban dengan syarat tidak boleh memberitahu kepada siapapun. Namun, Abrar terbiasa didik orang tuanya untuk jujur, dia melaporkan semua kepada ibunya.

Ibu Abrar marah kemudian sang ibu meminta sekolah untuk mengakui dan meminta maaf. Bukannya dukungan yang didapat, keluarga Abrar dikucilkan oleh masyarakat dan pihak sekolah menutupi kasus ini.

Ibu dari Abrar ini tak merasa pihak sekolah kooperatif, tetapi film ini diakhiri dengan kebahagiaan dan meninggalkan hikmah tersendiri.

III. KESIMPULAN
Dari film Temani Aku Bunda dapat disimpulkan bahwa cerita ini didekasikan untuk orang-orang yang berlaku jujur, namun masih dibatasi sistem yang tidak mendukung dan untuk merefleksikan banyak hal yang ketidaksesuaian dengan sistem pendidikan di Indonesia dimana kondisi anak yang butuh pendampingan, lemahnya guru dalam proses pendidikan, perlunya peran aktif orang tua dalam proses belajar anaknya disekolah.

Untuk sebuah kejujuran butuh keberanian luar biasa dengan mental baja. Kecurangan bersama (dalam kasus UN) ini adalah awal mulanya bentuk korupsi berjamaah di negara kita ini. Dan film ini mengajak Masyarakat bersama-sama peduli untuk memberikan kenyamanan pendidikan untuk anak Indonesia.

Komentar